Andika Ageng Raka, Mualaf Keturunan Tionghoa Malaysia
Mengetahui ibunya seorang Jawa, Indonesia, membulatkan tekad pria
keturunan China ini menjadi mualaf dan mengembara mencari ibunya.
Kamis, 11 Oktober 2012
Dulu Jalan 5 km Kuat, Sekarang hanya 1 km
Suwarti, Dua Puluh Tahun Jual Jamu
Aroma kencur tercium dari dapur berdinding kayu itu. Sesekali terdengar suara batu uleg beradu dengan coek (alat penggiling). Didalam dapur tanpa jendela itu, seorang wanita berjarik batik yang warnanya sudah memudar sedang menghaluskan kencur dengan penggilingan batu. Tak sampai 2 menit, kencur itu sudah halus. Kemudian dicampurkan kencur yang sudah halus tadi dengan tepung beras, garam dan air panas. Dan menyaring kedalam botol kaca yang sudah ada didalam bakul. Setelah selesai, diambilnya bubuk kunyit dan dicampurkan dengan air panas dan sedikit garam. Jadilah jamu kunir asem. Satu-satunya botol kaca kosong didalam bakul itu pun terisi. Tas kresek plastik berisi jamu anak sehat, jamu kuat lelaki, rumput fatimah dan jamu singset tak lupa di letakkan diatas bakul.
Aroma kencur tercium dari dapur berdinding kayu itu. Sesekali terdengar suara batu uleg beradu dengan coek (alat penggiling). Didalam dapur tanpa jendela itu, seorang wanita berjarik batik yang warnanya sudah memudar sedang menghaluskan kencur dengan penggilingan batu. Tak sampai 2 menit, kencur itu sudah halus. Kemudian dicampurkan kencur yang sudah halus tadi dengan tepung beras, garam dan air panas. Dan menyaring kedalam botol kaca yang sudah ada didalam bakul. Setelah selesai, diambilnya bubuk kunyit dan dicampurkan dengan air panas dan sedikit garam. Jadilah jamu kunir asem. Satu-satunya botol kaca kosong didalam bakul itu pun terisi. Tas kresek plastik berisi jamu anak sehat, jamu kuat lelaki, rumput fatimah dan jamu singset tak lupa di letakkan diatas bakul.
Pak Wako Pernah Jadi Pelanggannya
Sofyan Yakop, Tukang Sol Sepatu
Seorang pria bertelanjang dada duduk seorang diri di gang sepi tepat dibelakang kantor Babinsa Nagoya. Sambil bersandar pada dinding kantor bercat hijau tua itu, tangannya menjahit sebuah alas sepatu fantofel pria. Sepatu hitam itu diletakkan diatas celana jeans yang robek pada bagian lututnya. Ajo begitu ia biasa dipanggil tampak begitu asyik. Konsentrasinya tak terganggu dengan keramaian pengunjung toko-toko tas branded di sepanjang jalan Nagoya.
Seorang pria bertelanjang dada duduk seorang diri di gang sepi tepat dibelakang kantor Babinsa Nagoya. Sambil bersandar pada dinding kantor bercat hijau tua itu, tangannya menjahit sebuah alas sepatu fantofel pria. Sepatu hitam itu diletakkan diatas celana jeans yang robek pada bagian lututnya. Ajo begitu ia biasa dipanggil tampak begitu asyik. Konsentrasinya tak terganggu dengan keramaian pengunjung toko-toko tas branded di sepanjang jalan Nagoya.
Buat Kebun Karang di Pulau Sarang
Kesukaannya pada alam, membuat Ramses menekuni dunia menyelam.
Disini juga ia bisa melihat keagungan ciptaan Allah dan bisa ikut
menyelamatkan terumbu karang.
Rabu, 10 Oktober 2012
Saingannya Atlit Umur 30an
Jamilah Conny Fransiska
Komplek perumahan Green Land pagi itu masih sepi. Hanya satu dua orang lalu lalang di perumahan yang ada di Batam Center ini. Semakin masuk ke dalam perumahan, tak terlihat lagi penghuni-penghuninya.
Komplek perumahan Green Land pagi itu masih sepi. Hanya satu dua orang lalu lalang di perumahan yang ada di Batam Center ini. Semakin masuk ke dalam perumahan, tak terlihat lagi penghuni-penghuninya.
Jadi Langganan Wakil Gubernur
Grup Musik Campur Sari 'Tersenyum'
Malam belum begitu larut, namun jalan-jalan di Bengkong Kartini sudah sepi. Tak satupun lagi warganya ada di luar rumah. Dari ujung jalan dekat jurang, sayup-sayup terdengar suara musik. Suara itu makin jelas terdengar dari balik rumah-rumah kapling yang tak beraturan arahnya itu. Tepat diteras sebuah rumah yang tak bercat itu, lima orang pria asyik memainkan alat musiknya. Sedangkan si wanitanya bernyanyi. Suara yang mereka timbulkan sepertinya menjadi lagu tidur bagi warga sekitar. Tak terlihat warga yang terjaga. Semua pintu tetap tertutup rapat.
Malam belum begitu larut, namun jalan-jalan di Bengkong Kartini sudah sepi. Tak satupun lagi warganya ada di luar rumah. Dari ujung jalan dekat jurang, sayup-sayup terdengar suara musik. Suara itu makin jelas terdengar dari balik rumah-rumah kapling yang tak beraturan arahnya itu. Tepat diteras sebuah rumah yang tak bercat itu, lima orang pria asyik memainkan alat musiknya. Sedangkan si wanitanya bernyanyi. Suara yang mereka timbulkan sepertinya menjadi lagu tidur bagi warga sekitar. Tak terlihat warga yang terjaga. Semua pintu tetap tertutup rapat.
Bantu Tuntaskan Kuliah Habibie
Sri Rejeki Chasanah Soedarsono
Usia sudah 74 tahun. Tapi semangat 24 tahun. Itulah Sri Soedarsono, adik kandung, BJ Habibie, Presiden RI ke 3.
Usia sudah 74 tahun. Tapi semangat 24 tahun. Itulah Sri Soedarsono, adik kandung, BJ Habibie, Presiden RI ke 3.
Langganan:
Postingan (Atom)

