Rabu, 05 Juli 2017

Alhamdulilah Negatif...

Sudah lama ingin periksa papsmear. Tapi selalu ada kendala. Dan hari ini ada kesempatan untuk ikut pemeriksaan gratis. Walau bukan papsmear tapi pemeriksaan IVA (Inpeksi Visual dengan Asam Asetat). Sama-sama pemeriksaan serviks, namun dengan tehnik
memulas servik dengan larutan asam asetat 3 - 5 %.
Hasilnya langsung terlihat tanpa menunggu beberapa hari seperti pemeriksaan papsmear.
Kok bisa langsung kelihatan?
Ya bisa terlihat, karena setelah pulasan asam asetat 3 - 5 % tadi, akan terlihat  perubahan warna. Jika ada tampak bercak putih, maka kemungkinan ada kelainan tahap pra kanker.
Sedangkan jika tidak ada tanda-tanda tadi, maka dinyatakan bersih atau tidak ada indikasi kanker. Pemeriksaan ini, mesti diulang, setahun sekali. Dan wanita  yang dianjurkan untuk tes IVA yaitu usia 30 – 50 tahun.
Memang agak risih karena sudah lama sekali tidak melahirkan. Posisinya saja sama persis seperti melahirkan normal. Ditambah lagi deg-degan khawatir hasilnya positif.
Tak sampai 5 menit, proses pemeriksaan selesai. Selama diperiksa, beberapa pertanyaan juga ditanyakan, seperti jumlah anak. Proses melahirkan yang pernah dilakukan. Kebetulan dua proses melahirkan sudah saya lalui, baik itu cesar maupun normal.
Bidan yang memeriksapun manggut-manggut.
Bidan lain juga bertanya, apakah saya suka makan sayur.  Saya mengangguk, karena sayur dan buah memang paling saya suka. Dan saya lupa bertanya kembali, tentang pertanyaan itu.
Setelah pemeriksaan selesai, pemeriksaan payudara juga dilakukan oleh bidan.
Alhamdulilah, tidak ada benjolan. Saya pun kembali lega.
Pemeriksaan IVA ini akan  terus berlanjut.
Silahkan kunjungi Puskesmas Legenda Malaka. Free jika mendaftar dengan menunjukkan kartu BPJS. Jika tidak ada, hanya membayar Rp5000 rupiah saja.
Murah sekali kan.
Ayo cegah kanker mulut rahim dan kanker payudara, periksa sejak dini.
Sayangi diri dan keluarga.
***

Lalu apa saja syarat mengikuti test IVA ini ? Yang utama sudah menikah, tidak sedang datang bulan/haid , tidak sedang hamil, dan 24 jam sebelumnya tidak melakukan hubungan seksual.

Apa saja kelebihan pemeriksaan IVA?
Mudah, praktis dan sederhana karena butuh bahan dan alat yang sederhana dan murah saja. Tapi sensitivitas dan spesifikasi cukup tinggi.
Juga dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan bukan dokter Ginekologi saja, akan tetapi dapat dilakukan oleh bidan di setiap tempat pemeriksaan kesehatan ibu atau dilakukan oleh semua tenaga medis terlatih.
Hasil pemeriksaanpun lebih cepat dan singkat karena langsung bisa dilihat pada perubahan warna serviknya. Berbeda dengan Pap smear yang membutuhkan waktu 7-10 hari untuk melihat hasilnya.***

Selasa, 22 November 2016

Barelang Seafood

Restoran Panggung di Atas Tepian Laut.



Semua ikonnya lengkap disini. Ada Jembatan Barelangnya juga seafoodnya yang yumi. Pokoknya semuanya ada di sini.

Apa yang dicari ketika sampai di Batam? Pastinya seafoodnya juga berfoto di Jembatan Barelang. Nah, semua ini bisa Anda dapatkan di Barelang Seafood Restaurant. Restoran yang sudah berdiri 8 tahun ini memang dibangun di sebelah Jembatan Barelang I oleh Alam, pemilik perusahaan Utama Grup. Panorama alamnya sungguh indah. Laut biru membentang di ujung-ujung koridor restoran. Pulau Lanca, pulau Bali, pulau Panjang juga pulau Akar menjadi daya tarik lain. Sesekali lalu lalang kapal feri tujuan Tanjungpinang juga pompong ke empat pulau itu melewati Barelang Seafood Restaurant. Restoran ini memang dibuat menyerupai rumah panggung. Namun tidak dibuat dengan kayu melainkan sudah dalam bentuk bangunan permanen. Ada 6 koridor yang dibuat menjorok ke laut. Keseluruhan bangunannya dibuat terbuka. Hingga pengunjung bebas menikmati pemandangan sekitar restoran. Seperti sore itu, saat Batam Pos mengunjungi restoran, cuaca yang cerah membuat pemandangan cukup indah. Jembatan Barelang I terlihat sangat megah. Jembatan yang menghubungkan Pulau Batam, Pulau Tonton, Pulau Nipah, Pulau Rempang, Pulau Galang dan Pulau Galang Baru ini menjadi nilai lebih bagi restoran ini. Bahkan menikmati saat-saat tenggelamnya matahari di restoran ini juga pasti mengasyikkan.

Jadi anda yang ingin menikmati sunset sambil makan seafood, silahkan datang. Letak restoran ini memang cukup jauh dari pusat kota. Namun setiba di restoran ini, dijamin puas.
''Tempatnya nyaman. Makanan yang kami sajikan juga segar. Karena life seafood. Seafoodnya masih hidup, langsung ambil di kerambah,''kata Harryanto, kapten Barelang Seafood Restaurant, yang ditemui Batam Pos (15/11).
Jika anda berencana mengisi libur akhir pekan ini ke Barelang. Jangan lupa mampir. Barelang Seafood Restaurant ini sudah menerima kunjungan tamu mulai pukul 09.30 hingga 20.00 WIB.
Apa saja menu yang ditawarkan di restoran ini? Anda bisa pilih terlebih dahulu, ingin paket atau menu ala carte (baca Alakat). Menu paket, sudah ditentukan oleh restoran. Harga perpaketnya 950 ribu hingga Rp1,2 juta permeja untuk 10 orang. Sedangkan menu Ala Carte, Anda bisa memilih menu sendiri.
Untuk menu paket, restoran menyajikan 6 menu, seperti Ikan Kakap Asem Pedas, Kepiting atau Saos Padang, gonggong rebus plus saos kacang, sotong goreng tepung, udang nestum, ayam goreng bawang putih dan tumis baby kailan jamur.
''Masakan yang kami buat spesial. Kami menonjolkan olahan seafood tradisional,''kata Harryanto sudah 5 tahun menjadi kapten di restoran ini.
Untuk menu ala Carte, pembeli bisa memilih sendiri ikan atau rajungan di kerambah yang terletak di bagian bawah restoran.
Bahkan menimbang ikannya sendiri. Jika sesuai, ikan langsung dimasak oleh chef restoran. Beragam jenis ikan. Mulai yang termahal seperti ikan Napoleon, kakap, bawal, lobsel, rajungan, kepiting, sotong, udang kipas, Ungar, kerapu Hitam, kerapu bebek atau kerapu tikus, kerapu merah dan Kerapu macan.
shrim.
  

Harganya juga beragam, untuk ikan Napoleon Rp 2,5 juta/kilogram. Sedangkan ikan lain mulai dari Rp100 ribu perkilogramnya.
''Semua ikan kecuali Napoleon dibeli dari nelayan lokal di sekitar pulau Barelang. Sedangkan ikan Napoleon dibeli dari nelayan yang membuat penangkaran sendiri,''tutur mantap second cook bakery di kapal pesiar ini.
Lalu siapa saja yang sudah pernah menikmati ikan mahal Napoleon? ''Hanya orang-orang tertentu saja. Mereka wisatawan dari Jakarta. Yang sudah biasa makan ikan ini, akan memilih berat ikan tertentu,'' kata pria yang sudah berusia 45 tahun.
Rasa ikannya memang sangat lembut. Cocok untuk dimsum. Atau olahan lain berbentuk sup. ''Yang datang kesini, jarang memesan ikan di goreng. Karena ikan-ikan segar ini justru enak di buat dengan kuah.
Tak hanya wisatawan lokal, ekspatriat yang ada di Batam juga wisatawan Asean bahkan mancanegara sering berkunjung ke Barelang Seafood Restoran ini.
Barelang seafood Restaurant juga sering menjadi tempat event besar. ''Sudah tiga tahun berturut-turut menjadi tempat start Tour De Barelang dan Rally Wisata yang diselenggarakan Batam Pos,''jelas Harry.

Maklum saja, karena restoran ini memiliki hall yang berisi 70 meja. Tempat parkir yang
luas sangat mendukung event-event besar. Tempatnya juga luas dan nyaman.
Untuk kecepatan penyajian makanan juga patut diacungi jempol. Proses masaknya 15 menit. Jika  ditotal dari pemilihan ikan di kerambah, proses masak hingga penyajian sekitar 30 menit.''Ada 2 chef dan 60 karyawan stanby di restoran,''kata Harry yang asli Tembilahan ini.
Tahun depan, Barelang Seafood Restaurant akan semakin lengkap. Karena resort yang sedang dalam tahap pembangunan sudah dapat beroperasi. ''Nanti akan dikelola oleh Harris Resort Jakarta,''kata Hary lagi.
Sebenarnya, awalnya pembangunan restoran ini untuk mendukung resort itu. Tapi selama pembangunan 7 tahun lalu, selalu ada perombakan bangunan, hingga akhirnya restoran lebih dulu selesai dan beroperasi hingga sekarang.

Yuk, datang dan nikmati menu-menu seafood nan segar disini. Pasti anda akan ketagihan. Udang nestumnya gurih. Sotong goreng tepungnya juga garing, gonggong rebus plus saos kacangnya mantap. Kepiting saos padangnya juga enak. Apalagi asam pedasnya. Yummi...
Masih banyak menu lain yang bisa anda pesan, seperti Lobster asam manis, Lobster mentega, Ikan tiga rasa, Udang masak Kari , Sapo tahu ikan, tomyam, ayam goreng bawang putihnya juga enak dan lainya.
Sambil menunggu masakan, bisa memancing ikan sejenak. Cocok untuk anda yang hobby mancing.
Jika ingin ke restoran ini pilihlah tempat yang asyik. Yaitu di sebelah kiri ujung. Karena  bisa melihat Jembatan Barelang. Saat siang dan sore akan jelas pemandangannya.***

Golden Prawn

Menikmati Seafood di Tengah Kota



Tidak perlu ke kelong untuk bisa menikmati seafood segar. Ditengah kota pun kita bisa menikmatinya. Bahkan lengkap dengan suasana rumah panggung yang serba terbuka. Angin laut pun masih tetap terasa walau sudah ada beberapa bangunan berdiri di sekitaran Restoran Golden Prawn ini.


Restoran seafood ini termasuk terlama ada di Batam. Sekitar tahun 1992, sudah dibangun di kawasan Bengkong Laut oleh Abi, pemilik Restoran Golden Prawn.
Bangunannya dibuat menjorok ke laut dan didesain unik. Ikan-ikan dibiarkan hidup di bawah rumah pangggung untuk melengkapi suasana laut. Seringkali, pengunjung memberi makanan ikan-ikan itu dengan duri-duri ikan ataupun cangkang kepiting dari sisa makanan. Agar bisa melihat jenis ikan dan jumlah ikan yang ada di dalam air itu. Dan memang mengasyikan. Melihat serombongan ikan saling berebutan.


Walau hanya dibuat dari kayu dan berkesan sederhana, tapi membuat restoran Golden Prawn ini menarik dan selalu menjadi pusat tujuan wisatawan Asean juga lokal.
''Wisatawan dari Singapura, Vietnam, Filipina dan juga dari negara Asean lainnya suka kesini untuk pesan steamboat. Beda dengan wisatawan dari luar kota, yang dicari serba goreng-goreng. Seperti ikan goreng asam manis,'' Kata Ferry Firmansyah, Supervisor Restoran Golden Prawn 933 yang dikunjungi Batam Pos, Kamis (10/11).


Restoran Golden Prawn punya dua restoran yaitu 933 dan 555. Sedangkan restoran Golden Prawn 933 ini menurut Ferry, paling besar.Karena memiliki 3 ruang VIP. Berkapasitas mulai dari 100 hingga 3000 orang. ''Yang disisi kanan itu ruang VIP terbesar dan sekarang dalam tahap finishing. Diperkirakan dapat digunakan awal tahun 2017,'' kata pria asal Sumatra Barat ini.
Beda dengan 2 ruang VIP lainnya. Ruang ini kata Ferry, lebih asyik, karena dikelilingi kaca. ''View laut terlihat dengan jelas,''katanya.
Nah, kalau itu suasana yang ditawarkan. Kalau makanannya bagaimana? ''Wah jangan ragu. Yang pasti ikan, udang, sotong, kepiting, gonggong, lobster, kerang masih segar. Golden Prawn punya kelong sendiri di Tanjungpiayu. Dan pembeli bisa memilih sendiri ikan yang masih hidup. Di depan pintu masuk kami buatkan kolam kecil. Pembeli tinggal menunjuk ikan yang disuka. Lalu akan segera kami olah sesuai pesanan,''kata Ferry.
Menurut Ferry, restoran Golden Prawn mampu menyajikan menu seafood dalam hitungan menit. Dengan 27 chef terbaik yang bisa meracik seafood dengan cita rasa tiada duanya.



Ada lima menu andalan yang menjadi sajian utama saat datang ke Restoran Golden Prawn. Udang goreng tepung, kepiting saos, steam Tiocu ikan kerapu kuah bening, ikan asam manis juga gonggong. Bagaimana dengan harganya. Restoran Golden Prawn menawarkan harga permeja Rp 750 ribu untuk 10 orang. ''Jika datang empat orang, tetap harganya dihitung permeja Rp 750 ribu,''kata Ferry.
Setiap harinya kata Ferry, Restoran Golden Prawn menyiapkan 30 kg kepiting, ikan 15 kg dan udang 30 kg. Permintaan makin bertambah saat hari Sabtu dan Minggu. Karena kebanyakan wisatawan berdatangan untuk menikmati seafood Batam.***

Minggu, 15 Mei 2016

Cheese Choco Cake



Bahan :
Mentega (yang mengandung campuran butter) 200 gram
Gula Halus                                                         150 gram
Coklat masak pekat, lelehkan                            150 gram
Kuning telur                                                       10 butir
Putih telur                                                           8 butir
Gula pasir                                                           100 gram
Tepung terigu protein sedang                             150 gram
Susu bubuk                                                         25 gram
Kacang almond bubuk                                        75 gram
Coklat keping                                                      50 gram
Keju parut                                                            100 gram

Proses pembuatan :
1. Kocok mentega dan gula halus sampai mengembang dan lembut.
2. Tambahkan coklat cair ke adonan 1.
3. Masukkan kuning telur secara perlahan
4. Kocok putih telur dan gula pasir hingga mengembang dan lembut.
5. Campurkan putih telur ke adonan 1, bergantian dengan campuran tepung, susu, kacang almond dan coklat keping.
6. Tuangkan adonan ke loyang 20 x 20 cm
7. Panggang dalam oven dengan panas 170  C selama 35 menit/sampai matang. Angkat dan dinginkan.
8. Taburkan keju diatas cake lalu potong memanjang.

Stop Jam 5 Untuk Pekerjaan



*Siti Aisyah, Owner Sujak Motor

Dia hanya dari keluarga sederhana. Ayahnya hanya seorang nelayan asli Melayu, ibunya pedagang keturunan Tionghoa. Tapi kini ia menjadi sosok perempuan yang membanggakan bagi keluarga besar almarhum H. Zahari bin Machmud dan Maharah binti Ali.

Kini, Siti Aisyah (42) sudah memiliki perusahaan body repair mobil terkenal di Batam dan menjadi komisarisnya. Perusahan itu dirintis bersama sang suami Sujak Widodo (56) sejak tahun 1996.

Sebagai seorang gadis lulusan SMKK Jurusan Kecantikan. Saat ke Batam, niatnya hanya satu, merantau, mencari pekerjaan, sambil membuka salon di rumah.

''Sejak ibunda Maharah meninggal, saya sudah tidak lagi tinggal di Sungai Buluh Dabo Singkep. Saya sekolah SMKK Negeri di Tanjungpinang. Karena saya pikir nantinya saya bisa usaha sendiri membuka salon kecantikan. Jadi ngak perlu melanjutkan ke perguruan tinggi,''kata Siti di kantornya Sujak Motor di Ruko Taman Niaga, Batam Center.

Berdagang bagi Siti bukanlah hal baru. Sejak SD ia sudah diajarkan berdagang oleh ibunya. Ibu saya orang Cina, dia menurunkan bakat jualan untuk kami. Apa saja pernah saya jual. Baju, jilbab, aksesoris di DC Mall. Setiap ada bazar saya ikut di beberapa mall. Bahkan bedak yang saya pakai juga bisa jadi barang dagangan, ''ujar Siti sambil tersenyum.

Ternyata, Siti tak ingin hanya jago jualan, ia ingin menjajal dunia lain. Suatu saat seorang teman menawarkan pekerjaan di bengkel yang baru saja buka. ''Saya ambil tawaran itu. Untuk cari pengalaman. Kebetulan yang dibutuhkan bagian administrasi. Tapi memang jalannya, disinilah saya juga bertemu suami saya, Sujak Widodo,''kata wanita yang pernah menjadi nominator Batam Pos Enterpreneur Award tahun 2013.

Di bulan Mei tahun 1996, akhirnya Siti bersama suami mendirikan perusahaan sendiri yaitu PT. Surya Sejahtera (ss) yang merupakan kepanjangan dari Sujak Siti.
''Alhamdulillah kami dibantu pembiayaan oleh PT. Sarana Riau Ventura untuk membeli gedung dan oven serta peralatan lainnya,'' katanya lagi.

Kami berdua, ujar Siti, bersama-sama menjalankan usaha ini. Suami lebih menguasai lapangan sedangkan saya di administrasi dan keuangan. Setiap ada pekerjaan dan proyek kami selalu buat presentasi. Supaya kami bisa bersama-sama memahami kegiatan usaha yang akan kami jalankan.

Dari mulai bisnis bengkel, pusat pelatihan otomotif modern (ppom), mengerjakan sampah kota  Batam. Kini suami saya, sedang menangani limbah sawit menjadi listrik dan listrik dengan tenaga surya. Termasuk merehabilitasi TPA Muara Pajar Pekanbaru dari tahun 2013 sampai saat ini.

'Kami mempunyai tugas masing-masing. Namun tetap menjaga profesionalitas di dalam tubuh perusahaan.  Kedudukan di struktur perusahaan saya Komisaris Utama, bapak Direktur Utama,'' kata Siti.

Walau bekerja bersama suami dalam satu perusahaan, Siti tetap membuat manajemen waktu.
''Sampai jam 5 sore saja untuk pekerjaan. Karena sudah dari jam 8 pagi sampai jam 5 sore waktu dicurahkan untuk bekerja. Setelah itu waktunya buat keluarga terutama anak-anak.

''Anak saya yang pertama Putri Yusitalia, sedang kuliah di Fakultas Hukum semester 2. Dia menuruni bakat saya berdagang. Dia jualan jilbab dll di online, bbm dan instagram. Yang kedua Muhammad Ukrisna Madani kelas 2 SMP. Kalau ini ikut bakat papanya,''ujar Siti.

Tak hanya sibuk mengurusi perusahaannya, Siti ternyata senang berorganisasi. Tahun 2006 aktif di organisasi  Wanita Islam, KPPI juga Pemberdayaan Perempuan. Siti juga baru saja terpilih sebagai ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) cabang Batam, dan pengurus di Himpunan Pengusaha Muda (Hipmi) Peduli Kepulauan Riau.

 '' Berorganisasi saya anggap penting. Karena dapat mempererat tali silaturahmi. Kita bisa sama-sama memberikan ilmu pengembangan diri menuju pola pikir yg positif, ''kata Siti yang pilkada beberapa waktu lalu mencoba menjadi calon wakil kepala daerah di kabupaten Lingga.

Pencalonan saya menjadi wakil Bupati Lingga untuk meningkatkan harkat dan martabat serta derajat khususnya wanita. Di kabupaten Lingga, saya perempuan pertama,''kata Siti.

Disaat ada keuntungan, Siti tetap menyisihkan untuk CSR perusahaannya. Kegiatan sosial Sujak Motor salah satunya adalah membuat pelatihan di lapas untuk narapidana yang 3 bulan lagi akan  bebas.

''Kami memberi pembekalan skill selain ke panti asuhan,''kata Siti lagi.

Keberhasilannya ini tak lepas dari didikan orangtuanya. Kini kakak-kakaknya sudah menjadi guru, bekerja di perusahan asuransi, pedagang juga perias pengantin.

''Alhamdulillah kami sukses dengan profesi masing-masing. Ibu saya sangat disiplin dan tegas pada anak-anaknya. Semoga orang tua saya bahagia disisi Allah dengan keberhasilan anak-anaknya. Walaupun saya tidak sempat mendapatkan kasih sayang sampai dewasa dari ibu. Karena kelas 1 SMP ibu sudah di panggil yang Kuasa. Tapi, saya selalu ingat pesannya, kami harus bangun sebelum sholat subuh dan tidak boleh iri dengan keberhasilan orang lain,'' tutur Siti yang merupakan anak keempat dari 7 bersaudara. ***

Sabtu, 07 Mei 2016

Siapkan 101 Dessert di Rumah Kolak Suzanna



Mei Lany Sofianty, Owner Rumah Kolak Suzanna

Masih ingat tumpeng raksasa di Lapangan Engku Putri beberapa waktu lalu? Nah,si pemilik Rumah Kolak Suzanna inilah yang ikut memanjat tangga membentuk nasi kuning ke dalam cetakan tumpeng. Dia satu-satunya perempuan yang ada di dalam tim itu. Bersama belasan laki-laki membentuk nasi menjadi tumpeng setinggi 3 meter.

Pemilik nama di medsos, Lani Valentino ini, adalah salah satu anggota club kuliner dari komunitas Tangan Diatas. Karena itu ia ikut dalam gawean akbar pembuatan tumpeng raksasa saat Pesta Wirausaha TDA Batam.
Setahun lalu tepatnya bulan Juni 2015, Lani mulai merintis usaha rumahannya. ''Saya mulai dengan jualan online. Produk pertama saya waktu itu Bitterballen yaitu kudapan khas dari negara belanda dan aneka produk nugget original berbahan dasar sayur dan daging tanpa bahan pengawet dan MSG,''kata perempuan kelahiran Medan

Berjalan dua bulan usaha kuliner onlinenya, Lani mulai menjajal jualan offline. Ia pun bergabung dengan LDK (Lapak Deret Kuliner) sebuah komunitas UKM yang berlokasi di Engku Putri Batam Center, tepatnya di belakang kantor DPRD Batam atau bundaran Masjid Raya.

''Tepat tanggal 17 Agustus produk saya ada di lapak Deret Kuliner ini bersama puluhan produk milik teman-teman UKM. Disini kami tidak dipunggut bayaran. Umi Shasa dan Om Berbie yang membuatkan wadah berjualan ini,''kata wanita lulusan D3 ASMI Jurusan Sekretaris ini.

Setelah dari produk Bitterballen dan Nugget, Lani mulai merambah kuliner dari Medan khususnya khas Sumatera Utara. Kebetulan, ia lahir di Medan. Dan Lani juga tahu beragam kuliner ada di kota kelahirannya itu.

Ikan mas arsik, sayur daun ubi tumbuk, ikan teri kacang sambal Medan, lontong Medan serta berbagai macam kue-kue khas tradisional dari Medan menjadi menu andalannya.
''Memang dengan beragam produk banyak juga yang tidak terjual. Lebih banyak uang keluar ketimbang uang masuk Belum lagi capeknya,''kata Lani.

Ternyata Lani duka itu tak membuatnya patah semangat. Ia belum puas, ia kembali mengeluarkan produk-produk dessert seperti es campur Medan, es teler Medan dan kolak durian khas Medan.
''Saya sudah menemukan jati diri di Rumah Kolak Durian ini,''katanya dengan senang.

Memang di akhirnya bulan november 2015 lalu, Lani akhirnya memutuskan fokus pada 1 produk Kolak Ketan Durian. ''Saat ini saya sedang membangun sebuah branding yang di beri nama Rumah Kolak Suzanna. Di Rumah Kolak Suzanna ini, akan ada banyak aneka pilihan olahan kolak durian maupun non durian,'' kata wanita yang kini berusia 37 tahun ini.

Akhirnya, kata Lani, ia mulai memberanikan diri membuka gerai pertama yang diberi nama "RUMAH KOLAK SUZANNA" tepat 19 Februari 2016 di New Hill Food Court & Room Stay di di Nagoya Hill, deretan Pizza Hut dan Ace Hardware. Kini omsetnya pun sudah bertambah menjadi Rp1-2 juta perhari. Padahal dulunya, ia hanya bermodalnya Rp 500 ribu saja.

''Ini berkat dukungan dan support dari sahabat-sahabat terbaik saya, umi shasa, om berbi owner shabila bekakak, bang ropi owner sijago Rendang Batam, mas Tohar owner Es Pisang Ijo Maligai, mas Angga owner Soes Family, mas Afis owner Kuebue jagonya snack box, mami Lucy Yuni owner dari Pojokue, teteh Tita Yulia dan A'a Tatang Kasep owner julia cooking, bunda Hefsty owner RM Angin Mamiri, dan Pak De Ado owner Gudeg Jogja mba Anik. Ucapan terimakasih yang tak terhingga, dan tidak bisa saya balas atas semua dukungan & supportnya,''tutur Lani.

Kini Lani pun mulai merajut impiannya. Ia ingin di gerai offline Rumah Kolak Suzanna ini menjadi pusat di Batam. Akana akan ada 101 menu olahan dessert berupa bubur dan kolak dengan berbagai macam variasi.

''Bagi anda penyuka durian, ready berbagai macam menu olahan kolak durian dan bubur durian. Tapi bagi yang tidak suka durian, i juga menyediakan berbagai macam menu olahan bubur dan kolak yang tidak menggunakan bahan durian. Ingin menjajal dessert terenak olahku datang ke Rumah Kolak Suzanna buka dari jam 10.00 hingg pukul 22.00. Ditunggu ya,''ajak Lani. (agn)

Pernah Merombak Kafe Gay

*M Nur A Nasution, Direktur Batam Tourism Polytechnic (BTP)

Puluhan laki-laki saling bercengkerama layaknya pasangan laki-laki dan perempuan. Berpelukan mesra. Tidak ada risih. Karena semua yang ada di dalam kafe itu juga seperti itu.
Wajah-wajah yang sangat familiar di layar TV juga ada diantara padatnya pengunjung kafe di Bali. Mereka itu artis-artis pria yang sering mengisi acara-acara di TV swasta.

'' Saya diminta mengubah kafe gay ini jadi kafe publik. Saya merasa tertantang  mengubah kafe ini menjadi lebih bersih. Kasihan dengan keluarga karyawan-karyawan itu. Karena pengaruh LGBT ini sangat kuat. Banyak karyawan laki-laki, suami-suami yang tadinya normal bisa jadi gay, lesbian, '' kata  M Nur A Nasution , Direktur Batam Tourim Polytehnic di Sekupang.
Yang pertama saya lakukan kenang Nur, saya kumpulkan semua karyawan. Saya bilang akan mengubah kafe ini adi bersih dari LGBT.

Beberapa karyawan yang memang sudah terkena penyakit LGBT memilih berhenti bekerja.  Saya pun berkali-kali diancam oleh pelanggan kafe. Karena mereka kehilangan tempat nongkrong.
Tapi kata Nur, ia tak pantang mundur. Diteruskan  niatnya. Dan berhasil. Kini kafe itu menjadi kafe teramai di Bali.

''Biasanya lagu yang diputar di kafe gay itu lagu-lagu sendu. Saya ubah menjadi lagu rok. Saya undang wisatawan Australia. Lalu sebar flyer. Dan hasilnya kelihatan. banyak wisatawan Australia datang. Setiap malamnya penjualan menjadi 15 juta. Ini adalah terobosan gila yang pernah saya buat. Ditantang mengubah kafe gay jadi kafe publik,'' kenang Direktur BTP Batam ini dengan wajah sumringah.
Nur juga mengaku punya hobi memperbaiki tempat yang bangkrut.

'' Ada GM yang sembah kaki saya, karena akan dipecat, karena hotelnya mau bangkrut. Yang saya lakukan, hanya menginformasikan ke teman-teman bahwa saya ada di tempat ini. Ternyata responnya, teman-teman langsung reservation. Akhirnya hotel itu tidak jadi bangkrut, karena kembali ramai, '' kata pria kelahiran Jogya, 48 tahun lalu.
Nur juga pernah diminta menghidupkan  hotel sepi tanpa subsisi dari ownernya. Apa yang dilakukannya ?

''Saya dekati orang-orang di kolam renang. Saya tawari pindah ke kamar suite, asalkan mau mengajak temannya pindah ke hotel ini. Dan taktik saya berhasil. Lama kelamaan hotel ini ramai lagi,'' cerita Nur.
Pengalaman unik lainnya, ketika Nur harus membenahi hotel yang sepi tamu karena letakknya yang tersembunyi.

'' Saya pelajari, pasti ada orang yang gak suka diketahui tempat nginapnya. Seperti orang yang  suka meditasi. Lalu saya pake segmen itu untuk promo di google,'' kata Nur.
Yang penting, kata Nur,  ownernya nurut saya. Dan, saya bisa mengubah hotel yang mau bangrut jadi ramai lagi.

''Saya sering ditangisi karyawan yang hotelnya sudah saya  perbaiki. Mereka merasa berhutang budi karena dengan adanya saya, mereka bisa bekerja dan menghidupi keluarga lagi. Ini nilai yang tidak ada harganya. Saya bersyukur, bisa membantu orang lain dengan jalan ini,'' ujar Nur.
Kini Nur punya gawean lain. Sudah 4 bulan ini Nur menjabat Direktur Batam Tourism Polytehnic.

''Saya tertantang karena diminta membuat program D4 Kuliner. Program.  baru dan pertama di Indonesia,'' kata Nur yang dulu juga pernah diminta membuat program D3 Kuliner di Sekolah Tinggi Pariwisata Bali.

BTP ini akan menjadi tempat Nur mewujudkan impiannya. '' Saya ingin  chef masa depan tak  hanya  jago masak, tapi  tahu gizi dari makanan itu. Dia juga juga berjiwa entrepreneur. Saya akan ciptakan  golden boy untuk Indonesia dari BTP,'' kata Nur.

Tantangan ke depan kata Nur lagi, di middle level perhotelan akan  butuh S1. Tapi lulusan D4 yang saat ini sedang kami persiapkan hanya dengan kompetisi saja sudah bisa masukk ke middle level. Karena sudah tertempa. Delapan puluh persen ilmu praktek yang diberikan BTP untuk mahasiswa D4.
Dengan sumringah Nur menyampaikan sebuah berita gembira bahkan membanggakan untuk BTP Batam. Karena didatangi  agen Cruise Land (agen kapal pesiar) terbesar di dunia.

'' Mereka  akan buat kerjasama dgn BTP.  Ini surprise banget. Karena  mereka belum  pernah mendatangi Batam. Dengan kerjasama ini nantinya mau naik kapal pesiar  cukup lewat BTP. Dan akan memberi  gaii anak-anak BTP yang training di kapal antara  1500-2000 USD,'' kata Nur lagi.
Satu lagi program terbaru yang juga dibuat Nur adalah Profesional certification. Dengan sertifkat ini sudah bisa bekerja. Bahkan siapapun tanoa batas umur bisa kuliah.

''Kalo mau jadi chef bergaji 10 ribu? Mulailah  dari sekolah seperti  BTP. Tdak hanya  dari pengalaman saja, tapi dengan belaja, '' kata Nur.
Nur pun menceritakan perjalanan karirnya dari seorang chef dan kini Direktur BTP Batam.

'' Saya lulusan sekolah Tinggi Pariwisata Bali.  Waktu itu saya diminta kembali ke kampus, untuk membuka jurusan D3. Padahal saya sudah di posisi eksekutif chef di hotel di Kalimantan itu. Dan mesti menjadi dosen, dengan gaji lebih rendah dari sebelumnya. Sempat galau. Calon istri,keluarga setuju saya kembali ke Bali. Nyaris  99.9 persen setuju. Akhirnya saya pun menjadi dosen dan menjabat Pembantu Ketua STP Nusa Dua Bali,'' kata Nur.

Dulu, kata Nur, sangat jarang chef  mau jadi dosen, lebih baik kerja di hotel dengan gaji yang besar.
''Di usia  21 tahun saja, saya sudah bergaji besar. Dengan hanya tanda tangan saya sudah bisa dapat semua fasilitas hotel dengan gratis. Nah, tiba-tiba saya mesti balik jadi kere lagi. Tapi ya sudah lah,  saya putuskan ke Bali,'' tutur Nur.

Saat mulai membuat kurikulum D3, Nur mengkombinasikan ilmu D2 dan pengalaman kerjanya. Dan hasilnya, lulusan D3 STP Nusa Dua Bali cepat naik posisi menjadi chef hanya dalam 3-4 tahun bekerja. Bahkan lulusan menjadi uara dunia di Chili.

''Saya memang melatih anak-anak berjiwa  fighter. Mereka harus lebih baik dari saya, '' katanya dengan penuh rasa bangga.
Tak hanya membuat kurikulum D3, Nur juga menjadikan sebuah hotel milik  STP Bali.

Prestasinya itu membuat Nur, menjadi dosen Perwira Mandiri mewakili Bali. Ia menjadi jadi couch entrepreneur. Dan dididik selama  1 tahun. Dan harus  mencetak 4 pengusaha. Dan berhasil, anak didiknya kini menjadi pengusaha tempat wisata, kuliner dan  travel agen.

Kalau dihitung, kata Nur, anak didiknya sudah  ribuan dan ada di seluruh dunia. Nur sempat menceritakan kenangannya ssat ke Italia. Ia pernah membuat Indonesian Night Buffee. Dan dia pun dijuluk Indonesia Sultan of Sate.  Karena saat itu ia membuat sate terpanjang, Lalu Nur juga pernah membuat patung Burung Garuda dari butter di Adelaide tahun 1990.
Nur juga pernah ke Korea, memperkenalkan masakan Indonesia. Dan hasilnya membawa orang Korea belajar ke Indonesia.

Belum lama ini,  6 orang mahasiswa semester 2 bidang kuliner BTP menjadi  The Best Training. '' Walau mereka masih berilmu sedikit. Tapi sudah mampu berkompetisi dengan org Jepang, Korea dan Singapura. Saya punya visi, akan mengirimkan lebih banyak mahasiswa bidang kuliner. Dan membawa masakan Indonesia ke seluruh dunia. Saya juga akan buat Kurikulum Global Indonesian Food,'' kata Nur
Nur juga ingin menjadikan Batam seperti Bali. Menurut Nur, butuh pelestarian budaya sejak anak-anak. Ajarkan anak-anak tarian daerah.  Mulai saja dari Kecamatan.

''Melayu  and beyond. Budaya Melayu bersama  budaya daerah lainnya. Batam memiliki banyak kebudayaan. Pendatangnya dari senua suku. Kita bisa buat pagelaran di Engku Putri. Ini menjadi daya tarik bagi wisatawan.  ***

Karyawannya Hanya Lulusan SD



Niat
awalnya ingin memberi pekerjaan pada anak-anak lulusan sekolah dasar di Batam.  Supaya mereka bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Nurbaiti rela mengajari anak-anak itu menjadi tukang masak handal dan mampu mengelola rumah makan.  Baginya ada kepuasan saat karyawannya  bisa diterima bekerja di hotel atau restoran besar.

"Saat itu tahun 2009, T-Poci, jualan saya masih angkringan di Graha Sulaiman, Nagoya. Tapi saya sudah punya impian itu,'' kata Nurbaiti.

'' Saya ingin menciptakan lapangan pekerjaan untuk mereka, makanya syarat karyawan saya hanya minimal tamatan SD dan punya identitas. Jadi mereka-yang susah mencari pekerjaan tanpa pengalaman,  dididik dan dilatih disini agar punya ketrampilan lebih, '' ujar PNS di Bappeda Batam ini.
Satu tahun pertama bisnis kata Ibeth, menjadi masa-masa penuh tantangan.

Waktu buka angkringan, dapur untuk masak  masih di rumah. ''Saya masak sendiri hanya dibantu pembantu di rumah. Jam 4 sore saya baru pulang kerja, langsung nyiapkan masakan.  Jam 5 sore, masakan sudah diambil karyawan. Makanya selesai  sholat Subuh, saya sudah harus ke pasar,  lalu menyiapkan bahan yang perlu dimasak sebelum berangkat kantor. Kadang kalau Sabtu dan Minggu, saya dan suami langsung ikut jualan di angkringan. Biasanya ramai pembeli,'' kata Ibeth

Ada pengalaman lucu yang selalu diingat Ibeth. Saat itu, dia  hamil muda, tidak  bisa mencium bau masakan. Padahal tiap hari,  harus menyiapkan masakan untuk jualan. Akhirnya, dia pakai masker setiap kali masak, Untuk mencicipi masakan ia percayakan pembantunya.
Dua tahun berjalan, usaha angkringan T-Poci milik Ibet mulai berkembang, ia  mulai  merintis konsep resto di ruko Baloi Indosat.

Memang bekerja sambil memiliki usaha itu tantangannya lebih berat. Ibeth mengaku pernah dalam kondisi ingin menutup bisnisnya. ''Pada saat itu tuntutan pekerjaan kantor tidak bisa ditinggal. Dan juga harus mengurus keluarga. Tetapi pada saat memikirkan nasib karyawan, saya jadi semangat. Apalagi banyak karyawan T'poci yang akhirnya bisa bekerja di hotel dan restoran yang sudah punya nama dan mendapat penghidupan lebih layak.  Saya bangga, walaupun ada juga yang keluar dari resto dan masih belum berhasil,'' kata Ibeth yang kini sedang tugas belajar di Universitas Indonesia Jakarta.

Walau kini T-Poci sudah menjadi resto terkenal di bilangan Batam Center.  Berkonsep sebagai tempat kongkow anak muda dan keluarga yang nyaman, Ibeth masih punya keinginan untuk lebih mengenalkan T-Poci seantero Batam. '' Pengen punya food truck yang mobile kemana-mana, supaya  bisa menguasai pasar seluruh area Batam,'' kata istri Kristian Tri Gunawan,  PNS Dinas Tata Kota yang menjabat sebagai Kasi Bangunan Gedung.

Saya juga ingin mewujudkan impian jangka panjang, yaitu  membuka franchise di luar Batam. Karyawan-karyawan yang loyal dengan saya sejak awal berdiri bisa membuka cabang T-Poci dan menjadi bisnis pribadi. Saya ingin meningkatkan derajat kehidupan mereka. From zero to hero,'' kata Ibeth.

Memulai bisnis dengan modal awal 25 juta, dan omset kotor Rp 700-1 juta perhari. Membuat Ibeth terus berfikir untuk mengembangkan T-Poci menjadi lebih besar.
Pencapaian omset yang kadang naik dan turun, bagi Ibeth itu biasa. Tahun 2015 ini saja, terjadi penurunan yang besar.

'' Mungkin daya beli masyarakat ikut turun. Tapi omset masih seputaran Rp 1,5 juta/hari. Pendapatan agak banyak hanya weekend saja. Kalau awal-awal dulu, 1 tahun pertama  cuma bisa buat ikutan makan saja. Tapi sekarang bisalah buat bayar kredit ruko,'' katanya.

Ibeth ternyata pernah punya pengalaman ditipu karyawannya sendiri.
''Uang pendapatan restoran ditilep. Dia bekerjasama dengan kasir. Saya memang pernah tidak mengontrol restoran karena harus dinas ke luar kota.

Dari pengalaman ditilep itulah, Ibeth mengaku  belajar mengelola manajemen dan meningkatkan kejujuran karyawan. ''Walau gaji belum bisa memenuhi UMK, tapi saya usahakan tempat tinggal yg layak serta makan yg bergizi buat karyawan,'' kata ibu  Nur Seisha T.Gunawan (15 thn), santri di Pesantren Daar Elqolam Islamic Boarding School-Tangerang, Nur Annisa N.Gunawan (10 thn), pelajar di SD Harapan Utama Batam dan Muhammad Hafuza A.Gunawan (5 thn) di playgroup Berties School House Batam. (agn)

Weekend, Ikut Kampung Tur Mangrove Yuk


Mengisi liburan tidak mesti ke luar negeri. Di Bintan juga banyak yang menarik dan layak dikunjungi. Seperti hutan mangrove atau hutan bakau, tempat ini sungguh mengasyikkan. Menyusuri rimbunnya hutan bakau dengan boat. Melihat hewan-hewan yang ada di hutan itu. Yang lebih menegangkan ketika melewati ular-ular bakau yang melilit di dahan pohon bakau. Memang ular-ular itu jauh di atas dahan, namun tetap ada ras dag did dug ketika mlewatinya.
Perjalanan makin seru ketika malam tiba, cahaya kunang-kunang menerangi perjalan tur mangrove ini. Pemandangan yang jarang terlihat ini membuat para wisatawan memilih tempat itu untuk melamar sang kekasih.
Setelah menjelajah hutan bakau, saatnya menjajal kuliner khas seafood ala nelayan. ''Dijamin lebih fresh seafoodnya. Dan sangat tradisional bumbunya. Bakal ketagihan terus,''kata Mira, owner Travller Bintan.
Petualangan belum selesai karena masih ada dua tempat tujuan lagi. Yaitu Kampoeng Sebong dan Lagoi Bay. Dua tempat ini juga menjanjikan pengalaman baru yang tak terlupakan.
Momen selama perjalanan ini akan direkam khusus oleh fotogfer. Foto-foto kenangan bisa anda koleksi. Anda juga tidak perlu bingung, karena segala informasi dijelaskan secara detail oleh tur guide. Selama perjalanan, anda akan selalu ditemani.
Ingin ikut tur ini, ajak teman Anda atau anggota keluarga yang lain untuk bersama-sama merasakan kehebohan ini. Harga paket tur ini hanya Rp 400 ribu perorang (minimal 6 orang).


Kerupuk Atom Oleh-oleh dari Anambas

Bingung mau bawa oleh-oleh apa dari Kepri? Nah, ada satu lagi camilan yang bisa
dibawa untuk oleh-oleh dari Kepulauan Riau. Namanya kerupuk Atom. Kerupuk Atom asal Tarempa, 
Kabupaten Kepulauan Anambas ini berbahan baku ikan tongkol.

Di Anambas, kerupuk ini selalu hidangkan sebagai kawan lauk makan. Karena itu kerupuk atom 
menjadi penganan khas yang paling banyak dikonsumsi masyarakat disana.
Bahkan ada anggapan, tak lengkap kalau tidak ada kerupuk atom. 
Kerupuk atom berbahan baku ikan tongkol ini, banyak di produksi oleh masyarakat secara 
sederhana. Dengan bahan baku ikan tongkol yang mudah didapat dari nelayan. Rasanya lezat dan
gurih. 

Kerupuk atom Anambas adalah usaha rumahan yang diproduksi setiap hari oleh masyarakat di kota 
itu. Disana, jika pesan sore, besoknya sudah bisa diambil. Karena usaha rumahan proses 
pembuatannya bisa dilihat langsung. Harga kerupuk Atom Anambas Rp 15 ribu dengan berat
80 gram. Minimal order 3 bungkus plus Ongkir Rp 10.000 untuk wilayah Batam.

Selain kerupuk Atom, ada juga kerupuk ikan khas Anambas. Terbuat dari ikan segar. Enak dan 
gurih. Ngembangnya juga gede. Harga kerupuk ikan Anambas ini Rp 25 ribu/bungkus dengan
berat 500 gram. Minimal order 3 bungkus dan Ongkir untuk wilayah Batam Rp 10.000.***

Selasa, 03 Mei 2016

Luti gendang, Oleh-Oleh Favorit dari Batam


Sejak luti gendang, makanan khas Tarempa bermitra dengan b-niaga.com dan  terus menerus diekpsos oleh  media online Batampos.co.id. Permintaan luti dari luar kota terus meningkat.

Rata-rata setiap harinya 60-120 pcs luti dikirim dari Batam ke beberapa kota besar di Indonesia. Kebanyakan yang membeli di luar kota adalah warga Tarempa, ataupun warga  Tanjungpinang dan Batam yang sudah menetap di daerah lain.

''Saya dulu lama tinggal di Tanjungpinang. Tapi sekarang sudah menetap di Bandung. Saya sudah lama ngidam kue ini. Pernah dulu nitip teman. Karena sudah kepengen lagi, saya coba ,  search google, dan ketemulah b-niaga.com,'' kata Inggil yang sudah menetap  di Bandung.

Angga Ferdian, salah satu pegawai negeri di Lingga, juga sama dengan inggil. Ia mengaku sudah kangen luar biasa mencicipi roti goreng berisi ikan tuna ini.
Kemarin saat bertugas di Batam, sebelum kembali ke Lingga, ia memesan 80 pcs luti gendang setengah matang. 

"Saya lahir di Tarempa. Kalau disana, luti adalah makanan wajib setiap sarapan pagi. Makanya mumpung ke Batam, saya order. Kebetulan saya lihat luti gendang di jual online di b-niaga.com,'' kata Angga.

Peminat luti gendang tak hanya mereka yang sudah pernah mencicipi luti gendang ini, tapi juga wisatawan yang datang ke Batam.  Seperti Sandi dan salah satu peserta Rakorwil Himpunan Pengusaha Muda dari Jakarta, memesan 240 pcs lutigendang untuk oleh-oleh dari Batam. Ia bersama 3 temannya, memesan luti gendang lewat b-niaga.com.

''Karena pesawat saya berangkat jam 6 pagi, saya minta lutinya diantar malam hari. Prosesnya cepat, hanya beberapa menit saja, luti itu sudah tiba di hotel Novotel,''kata Sandi.

Luti yang bisa tahan hingga 2 hari tanpa dimasukkan ke kulkas, dan tahan hingga 1 bulan jika diletakkan di frezer, membuat para wisawatan memilih camilan ini sebagi oleh-oleh dari Batam. ''Jika ingin dimakan, cukup digoreng lagi. Jadi rasanya lebih enak,'' kata Heri, pemiiik Mie Tarempa di Batam Center dan Seipanas ini.

Dengan b-niaga, anda tidak perlu repot keliling mencari oleh-oleh  dari Batam. Karena cukup dari laptop dan  gadget, beragam oleh-oleh sudah ada di diantar ke alamat. (agn)

Sabtu, 18 Januari 2014

Maria Mediatrix, Pengajar Sukarela di Pulau Bertam dan Penceramah Agama di Pulau-pulau Kecamatan Belakang Padang


Lima kilo beras, beberapa bungkus kopi, teh juga dua kilo beras sudah dalam bungkusan kantong plastik. Yang lainnya, dua lusin buku tulis, pensil dan pulpen juga sudah ada di kantong plastik terpisah. Sambil menunggu ojek langganan datang, Maria Mediatrix menutup celah-celah pintu bagian bawah dengan lipatan kertas. ''Sudah terlalu sering ular masuk kedalam rumah. Kebanyakan ular kobra. Besarnya selengan kita ini, ''kata Maria sambil menunjuk lengannya.

Rumah kapling yang belum diplester ini memang langsung bersebelahan dengan hutan lindung di Tiban Kampung. Maria sudah menempati rumah ini sejak tahun 2006. Sejak bercerai dengan suaminya, ia menjadi orangtua tunggal. Dan  hanya tinggal bertiga saja dengan dua putranya, M. Umar (8) dan M.Hamzah (7). Kondisi Maria yang hanya menjadi penceramah di pulau-pulau membuat ia belum mampu memperbaiki rumahnya lagi. ''Dulu triplek aja, alhamdulilah sekarang sudah batu. Walaupun  belum diplester. Namun sudah lebih baik. Tanah ini pun hibah dari pemilik tanah di Tiban Kampung ini. Dulu saya berniat membeli dengan mencicil, tapi alhamdulilah saya diberi tanah ini. Ukurannya 10x10 m,''kata Maria . 

Rumah tanpa kamar tidur itu, dipenuhi tumpukan baju-baju dihampir sudut ruangan. Karena tidak ada lemari yang bisa dipakai untuk menyimpan pakaian-pakaian itu. Kompor minyak tanah juga panci-panci diletakkan begitu saja didepan kamar mandi. Tak jauh dari itu, dua kasur tipis digelar dengan spray lusuh. Sudah hampir dua minggu ini, Maria meninggalkan rumah dan menitipkan anaknya pada temannya yang juga sesama anggota Persatuan Mubaliq Batam di Batuaji. ''Makanya rumah berantakan sekali. Saya tinggal dua minggu ke Singapura untuk promosikan album mini saya. Alhamdulilah 50 buah CD yang saya bawa habis,''kata Maria yang baru merilis mini album berjudul Ayangku. 
Sejak albumnya diluncurkan bulan Februari lalu, Maria sangat sibuk. Ia mendatangi semua kenalannya untuk menawarkan lagu-lagu ciptaannya sendiri. Karena ia yakin, hanya dengan menjual CD ia dapat segera membangun Islamic Center di pulau Bertam. ''Sudah satu bulan ini tukang ngerjain tiang pancang ini. Nantinya, tiang panjang akan ditambah. Selanjutnya akan dibuat rumah panggung dengan luas bangunan sampai 10x10m,''kata Maria sambil menunjuk batas bangunannya.
Kebetulan hari itu, Selasa (30/7) laut sedang surut. Maria bergegas turun bersama dua anaknya dari jalan pelantar. Ia ingin melihat langsung tiang-tiang pondasi Hanif Center, yaitu bangunan yang menjadi  pusat Islam suku laut di kecamatan Belakang Padang. Baru beberapa langkah melewati pelantar di Pulau Bertam yang kebanyakan sudah lapuk dan mulai bergoyang ketika dilewati, kaki Umar, putra sulungnya terperosok kedalam sela-sela kayu pelantar. Ia pun menjerit kesakitan karena kakinya tidak bisa dikeluarkan. Melihat kejadian itu, seorang gadis pulau Bertam yang baru saja berenang di laut, segera mengambil inisiatif dengan mencabut kayu yang menjepit kaki bocah. 

Terperosoknya kaki Umar adalah kejadian kedua yang dialami anak-anak Maria selama mengikuti dirinya mengajar dan memberi ceramaha agama ke pulau-pulau. Sebelumnya ketika Umar masih berusia 6 tahun, anak Maria ini pernah tercebur ke laut di pulau Bertam. Maria memang selalu membawa anak-anaknya saat berdakwah. ''Dari kecil, anak-anak sudah saya bawa-bawa. Pengecualian saja, kalau kondisi sedang angin kencang, atau sekolah, mereka saya titipkan di panti asuhan. Tapi sekarang tidak lagi, karena setiap kali pergi ke pulau, saya pilih hari libur, jadi anak-anak bisa ikut. Tapi kemarin 2 minggu ke Singapura jualan kaset, anak-anak terpaksa saya titip pada  ustad Nahnu, teman sesama anggota Persatuan Mubaliq Batam yang tinggal  di Kemuning, Tanjungpiayu.

Maria pun melanjutkan niatnya untuk melihat pancang-pancang yang tertanam di laut. Setelah memastikan kaki putranya tidak ada masalah, Maria, seorang Mualaf asal Maluku Tenggara ini mulai turun ke laut. Pasir laut itupun langsung melekat di sandal jepit yang dikenakan Maria. Langkahnyapun makin melambat karena menahan beban pasir yang menempel di sandal. Akhirnya, Maria tiba juga di lokasi tempat tiang-tiang bakal bangunan Hanif Center. ''Baru tiang saja sudah habis 15 jutaan. Uangnya dari penjualan album dan bantuan teman. Dari Singapura kemarin, alhamduliah, bisa bawa uang untuk THR murid-murid saya juga untuk  bayar tukang.''kata wanita yang berusia 41 tahun ini. 

Rencananya, dengan adamgn hanif center ini, bisa digunakan utk tempat ibadah, belajar, krn org suku laut gak suka ke darat, sukanya dekat dgn laut. Nantinya majelis taklim al hanif
Wirid sebulan sekali datang ke bertam, spy nanti bisa jadi tempat wisata.
Ibu-ibu wirid di pulau-pulau di seluruh kecamatan belakang padang, spt p. Bertam, pulau sarang, pulau pemping, mongkol, labon. Seja

jamiah islamic center di gelang, Singapura. Pusat islam di singapura. Pejabat di islamic center, Ustad M.Nur. Orangtua Habib Taher salah satu pendiri islamic center, M. Zailani, yg membantu penjualan kaset. 50 kaset terjual dgn harga antara 10-20 dolar Singapura. Dua minggu disana, promosi kaset. Terakhir ceramah di pulau sarang. Judul album ayangku, ciptaan lagu sendiri, mini album 6 lagu. Peluncuran pertama, diedarkan di batam tgl 14 februari.

Hanif center, sdh dibangun 1 bln sblm puasa, buat pondasi. Dgn biaya 15 jta, uang dari penjualan album dan bantuan teman. Pulang dari singapura, bagi2 thr ke anak2 juga bayar tukang. Rencananya dgn hanif center ini, bisa digunakan utk tempat ibadah, belajar, krn org suku laut gak suka ke darat, sukanya dekat dgn laut. Nantinya majelis taklim al hanif

Wirid sebulan sekali datang ke bertam, supaya nanti bisa jadi tempat wisata.
Ibu-ibu wirid di pulau-pulau di seluruh kecamatan belakang padang, spt p. Bertam, pulau sarang, pulau pemping, mongkol, labon. Sejak tahun 2009. Biasa datang ke RW atau RT, tinggal disitu. Atau datang ke tempat wirid aktif. Kalo mulai ngajar anak2 tahun 2012 dgn jumlah 13 anak. Udh lama pengen bangun disini. Cuman masing2 kelompok suka bentrok dan iri hati. Sempat dilaporkan ke pak lurah. Mrk gak suka orang luar datang, mengajar bahasa inggris saja ditentang dgn salah satu guru. Padahal ngajar diluar jam sekolah, apalagi ada anak yg putus sekolah. Padahal buat islami utk orang suka laut. Yg ada pulau bertam ada 148 kk. Rumah2 dibantu Menteri Sosila RI bahan bangunan senilai 10 juta.

Mau terus promo album, sampe ke brunai. ''Selalu minta sama Allah, diberi kemudahan. Dan memang selalu ditunjukkan jalan harus kemana.
Ukuran 10 x 10 m. Sebulan ini baru 9 pancang. Tukang disini mau tetap kerja, gak apa gak puasa. Tapi maria larang, minta abis puasa aja.

Nuntan (40), yg bantu jaga bahan2 material, anak 7 orang. 2 tahun cucunya randi. Bahri (80), tinggal disini dari tahun 1989. Tinggal dengan anak dan menantu. 

Ini panggilan hati. Ingin jadi pusat islam suku laut di kecamatan belakang padang. Sudah bicara dengan wako, tapi blm ada respon. Tidak ada ambil keuntungan dari balik ini. Niatnya bekerja utk agama Allah aja. Caranya beda2, sy pake album, yg kumpulkan. Banyak jg yg gak suka.

Anggota persatuan mubaliq batam th 2008. Pertama masuk ke batam, sdh berfikir utk berbuat sesuatu.  Hanif artinya(condong pada kebenaran).

20 tahun gak pernah ketemu orangtua. Sejak menjadi mualaf. Gak dianggap anak lagi. Fransicus, pensiunan angkatan udara dan ursula margaret tinggal di Bogor. Kepengen ketemu tapi takut diusir. Sering nangis ingat bapak. Pernah ajak anak2 kesana tapi gak diacuhin.

Jadi orangtua tunggal sejak 8 tahun lalu. Sering dititipi ke ustad nahnu di kemuning, tanjungpiayu. Sekarang tinggal di tiban kampung, rumah paling ujung berbatasan dengan hutan lindung.


Dia hanya seorang wanita, ibu dua anak. Berani melintas laut dengan pompong kecil demi mencerdaskan anak-anak suku laut.

Lima orang pria baru saja keluar dari laut. Langkah-langkah mereka berat, karena menarik selembar besi tua yang sudah karatan. Lempengan besi bekas  kapal itu tak seberapa lebarnya, tapi cukup membuat wajah kelima orang itu sumringah. Tak lama, suara mesin pemotong besi sudah terdengar di pelabuhan Pandan Bahari Tanjunguncang siang itu. Suara yang menusuk telinga itu tak membuat Maria Mediatrix yang sejak tadi duduk di pelantar itu terganggu. Ia tetap tenang, sambil matanya melihat jauh ke pulau Bertam. Sudah hampir setengah jam, wanita yang menjadi guru sukarela di pulau Bertam itu duduk menunggu pompong yang akan menjemputnya. ''Tadi sudah nelpon pak Muhtar. Saya memang selalu dibantu pak RT untuk antar dan jemput ke pulau,''kata Maria pada Batam Pos, Selasa (9/10) di pelantar pelabuhan Pandan Bahari.
Lima belas menit berlalu, pompong Pak RT yang ditunggu-tunggu tak juga kelihatan. Tiba-tiba ponsel Maria berbunyi, bertanda sms masuk. ''Bu, nanti bapak jemput sekalian antar teri,''kata Maria membaca  sms dari Yayang, anak Muhtar.

Maria pun kembali menunggu di pelantar. Karena yang ditunggu tidak juga datang, Maria pun berinisiatif menyewa pompong nelayan yang sejak tadi bersandar di pelantar. Sebuah pompong kecil akhirnya mau mengantarkan Maria ke pulau yang dikenal sebagai tempat tinggalnya orang-orang Suku Laut.

Pompong yang hanya berjarak sejengkal dari air laut itu membawa Maria dalam hitungan dua puluh menit saja ke pulau Bertam. ''Saya sudah biasa seperti ini. Keliling dari satu pulau ke pulau lain ngasih ceramah agama. Tapi sejak badan saya ngak kuat lagi kena angin laut, saya hanya pergi ke pulau Bertam, ngajar anak-anak juga pengajian dengan ibu-ibunya,''kata Maria di atas pompong.

Empat tahun sudah, Maria bolak-balik Tanjunguncang-Pulau Bertam. Mengajari anak-anak bahasa Inggris. Maria mengaku ingin sekali memberi sesuatu yang beda dari yang ada saat ini. ''Saya asli orang Maluku Tenggara. Di daerah kami, bahasa Inggris dan bahasa Belanda menjadi bahasa percakapan sehari-hari. Makanya Bahasa Inggris saya cukup baik.  Inilah jadi modal saya mengajari anak-anak di pulau,''kata wanita yang kakeknya seorang Belanda.

Siang itu, tak seperti biasa. Maria harus menunggu murid-muridnya di rumah Muhtar, RT pulau Bertam. ''Biasanya saya masih ditengah laut, mereka sudah menunggu. Ada dua puluhan anak yang belajar dengan saya. Mulai dari umur 5 tahun sampai 12 tahun,''kata wanita yang tidak lulus SMA namun sekolah di pesantren.
''Lagi pada di acara pengantin. Makanya anak-anak belum datang. Sebentar lagi dipanggil,'' kata Nurmadiyah, istri Muhtar sambil menghitung uang ribuan dari hasil menjual bers bulog.
Acara pernikahan menjadi hiburan penduduk pulau Bertam, pulau Gara, pulau Linga  dan pulau-pulau kecil  disekitarnya. Mereka datang berbondong-bondong melihat hiburannya. Di pelantar pulau Bertam saja, lalu lalu pompong membawa penduduk sekitar. Mereka datang dengan pakaian ala kadarnya. Ada yang mengenakan celana pendek dipadu kaos u can see, baju tidur juga baju rumah yang warnanya lusuh.
Menjelang pukul 15.00 WIB, satu persatu murid Maria berdatangan. Bocah-bocah berkulit hitam legam masuk kedalam rumah Muhtar sambil membawa buku tulis dan pensil. Fitri (11)datang dengan adiknya, Lara (5). Menyusul Mona (7) datang hanya mengenakan kaos singlet kumal. Juga Lusiana (8). Ratna (11) menjadi murid terakhir yang datang.

Bocah berbadan subur ini baru duduk di kelas 2 SD walau umurnya 11 tahun. Di ruang tengah rumah panggung Muhtar itu, Maria mengajak lima muridnya duduk. Menghadap papan tulis yang baru dua minggu ini dibelikan BP Kawasan. ''Saya minta bantuan ke OB. Karena kasihan lihat anak-anak. Sekarang mereka makin semangat belajar. Berebut menulis di whiteboard,''kata wanita kelahiran tahun 1972 ini. Maria pun bercerita bahwa ia selalu membeli karton untuk dijadikan papan tulis. Karton itu dibelinya dengan harga Rp8000. Setiap kali mengajar, setiap kali itu juga, karton baru harus disediakan Maria. Anak-anak juga hanya diberi selembar kertas folio untuk menulis materi yang diajarkan.

Maria memang harus mengeluarkan uang sendiri. Bahkan transportasi pun ia tanggung. ""Ya minimal Rp50 ribu untuk ongkos pulang pergi. Naik angkot dari rumah saya di tiban kampung sampai ke Tanjunguncang. Kemudian ongkos pompong. Saya sering ngasih untuk ganti uang minyak pompong,''kata wanita yang menjadi mualaf sejak duduk di bangku SMU.

Maria yang tidak memiliki pekerjaan tetap ini yakin tetap bisa menjalankan misinya. Ia percaya rezeki pasti datang. Maria memang dikenal sebagai ustazah, pemberi ceramah agama di pengajian ibu-ibu.
Seminggu dua kali, Maria pasti turun ke pulau Bertam. Dua anaknya , Franli Leonardo (9) dan M. Omensyah (8) dititipkan di panti asuhan di Tiban.

Dulu sewaktu kedua anaknya masih kecil, yang bayi dititipkan pada pak RT di Tiban Kampung, anaknya sulungnya dibawa. ''Si abang saya gendong. Waktu itu umurnya masih  satu tahun. Anak saya pernah kecebur laut. Dia tiba-tiba jatuh . Untungnya ada yang cepat nolong. Anak saya ngak apa-apa. Sekarang, mereka tidak pernah  saya ngak ajak lagi. Saya titipkan saja di panti asuhan di Tiban,''kata Maria yang kini menjadi single parent sejak suaminya meninggal dunia.

Sore itu, si bungsu tiba-tiba menelpon. Dari obrolan di telpon itu, kedua anaknya minta Maria segera menjemput. "Si adek nangis, katanya udah kangen maminya,''kata Maria.
Maria mengaku sudah menitipkan anaknya sejak dua hari. Karena ia harus ke pulau Bertam mengurus surat penunjukkan dirinya menjadi pengajar di pulau Bertam dan menginap di sana.
''Bu ayo ajarin nyanyi,''kata Lara tiba-tiba membuyarkan lamunan Maria. Mariapun segera bersenandung. Sebuah lagu ciptaannya sendiri ia ajari pada kelima siswanya. ''Nanti kalian siap-siap ikut rekaman ya,''kata Maria pada siswanya.

Sudah beberapa bulan ini Maria sedang menyiapkan album lagu. Ia ciptakan sendiri baik itu kata-katanya juga musiknya. Ada enam lagu yang selesai di aransemen. Seperti Sayangku, bulan bintang, doa bunda, ya Allah, biarkan ku pergi dan kekasihku. ''Lagu-lagu ini sudah bisa didengar. Karena sudah direkam di cd,''kata Maria sambil memperlihatkan sekeping cd.

Nantinya kata Maria, anak-anak suku laut akan ikut bernyanyi. Dari hasil penjualan album ini akan disumbangkan untuk pendidikan anak-anak suku laut. Sekarang, kata Maria, ia akan konsentrasi dulu di pulau Bertam, selanjutnya ia juga akan mengajar anak-anak di pulau Gara dan Lingka. "Kan jaraknya juga ngak jauh dari pulau Bertam. Kasihan kan kalo tidak ada yang memberi pelajaran tambahan pada mereka.

Maria mengaku  sedih melihat keseharian anak-anak suku laut. Banyak yang putus sekolah. Rata-rata sekolah dasar saja. Tapi ada juga yang tidak sekolah. Mereka lebih memilih cari ikan. ''Kalau Magrib, mereka sulit diajak belajar atau mengaji. Mereka lebih memilih melaut. Biasanya udah pada bawa alat pancing,''kata Maria.

Apalagi ditambah kondisi listrik yang belum ada. ''Genset saya sudah rusak. Sudah tiga tahun dibeli. Dan sudah beberapakali diperbaiki. Kalau lagi bagus, genset itu hanya bisa menerangi 16 rumah saja. Itupun sampai pukul 12 malam,''kata Muhtar yang sudah menetap di darat sejak tahun 1984. Setiap warga yang ingin rumahnya diterangi listrik membayarkan uang sebesar Rp5000 perhari.

Kadang, disaat anak-anak sedang belajar, genset tiba-tiba rusak. Muhtar mengaku tak punya pilihan lagi. Untuk membeli genset baru, ia mengaku belum punya dana lagi. Ia berharap ada pihak-pihak yang berbaik hati dan perhatian pada pendidikan anak-anak suku laut mau menyumbangkan genset ke pulau Bertam.
Saat ini di pulau Bertam, jumlah kepala keluarga mencapai 50 kk. Kebanyakan tinggal di tepi pantai dengan mendirikan rumah panggung. Rumah-rumah tersebut dibangun oleh Otorita Batam tahun 1998.

 ''Waktu itu pak Soedarsono yang bangun rumah-rumah orang suku laut disni. Baik itu yang di pulau Gara, Bertam juga Lingka),''kata Muhtar. Kondisi rumah yang dibangun OB itu  ada yang sudah rusak. Tapi ada yang tetap ditempati. Kalau sekarang penduduk di pulau Gara sekitar 50 kk, di pulau Lingka 50 kk. Mereka semua orang suku laut, yang tadinya tinggal di perahu. Muhtar bahkan masih ingat saat-saat tinggal di perahu. Berkeliling dari satu tempat ke tempat yang lain. Berbeda dengan Nurmadiyah, istrinya, yang sudah mulai suka tinggal di darat saat remaja. Ia senang ketika  ada yang mengajarinya menjahit dan membuat kue. ''Saya ingin maju,''kata ibu dari Yayang (30) dan Azan (23), guru honorer di SD 006 Pulau Bertam. ***

Kelamaan Ditinggal, Dilupakan Anak-anak

Ustadz Luqman Rifai, Pendamping haji dan umroh

Selembar kain ihram berwarna putih itu dililitkan perlahan menutupi pinggang hingga mata kakinya. Mirip seperti memakai sarung pada umumnya. Selesai cara pertama, ia mencontohkan lagi cara pemakaian ihram kedua.  Puluhan jamaah haji plus Zulindo yang ada di dalam ruangan itu pun memperhatikan dengan sungguh-sungguh. Hening sejenak saja, namun tak lama kembali terdengar suara-suara.  ''Ulang lagi ustadz. Ulang lagi,''kata jamaah haji serempak.

Tidak Ada Kata Berhenti Mengajarkan Agama Allah

Hj. Emmy Warsih, Pelopor Majelis Taklim di Kepri

Ketika sakit tak membuatnya menyerah. Ia tetap membuat kegiatan keagamaan, walau dari rumah.

Keriput di wajahnya makin terlihat jelas. Bobot tubuhnya juga banyak menyusut . Berjalan tidak secepat dulu lagi. Kakinya pun mudah sakit karena pengaruh diabetes. Tak heran jika anaknya tidak memperbolehkan lagi ia bepergian sendiri. Naik turun angkot seperti dulu.  Kini hari-harinya lebih banyak di rumah. Membaca buku kesukaannya, mengaji, sholat juga bermain dengan cucu.

Perlukah Khitan pada Perempuan

Ternyata sunat telah dilakukan sejak zaman prasejarah. Hal ini dapat diamati dari gambar-gambar di gua yang berasal dari zaman Batu dan makam
Mesir purba. Khitan  tidak hanya dilakukan pada laki-laki melainkan juga pada perempuan. Namun kini, beragam pendapat menanggapi  soal khitan pada anak perempuan. Ada yang setuju namun ada yang tetap melarang.  Bagaimana  sih  khitan itu, hingga menimbulkan pro dan kontra ?

Waspadai Keputihan Saat Kehamilan


Sepanjang kehidupan wanita, pasti akan mengalami keputihan, atau yang dikenal dengan Fluor Albus. Apalagi selama kehamilan, sebagian perempuan akan mengalami keputihan atau keluarnya cairan putih dari Ms V dalam jumlah banyak. Keadaan ini membuat ibu hamil menjadi tidak nyaman, bahkan juga tidak sehat. Lalu apa yang harus dilakukan?

Bersedekah Berjamaah

Komunitas Makelar Sedekah Batam

Sedekah is My Lifestyle. Begitulah moto yang dibuat komunitas makelar sedekah ini Mereka mengemas sedekah dengan bentuk yang unik.


Suara Azan sholat Jumat terdengar nyaring dari toa kubah masjid bercat hijau itu. Bersamaan dengan suara azan, dari segala penjuru, laki-laki, tua muda berdatangan menuju masjid yang terletak di perumahan Mediterania, Batam Center ini. Diantara jamaah laki-laki yang berdatangan itu, beberapa wanita dan pria berkaos hitam, bahu-membahu mengangkat ratusan nasi bungkus dan air mineral dari mobil yang terparkir di halaman masjid. Ratusan nasi bungkus itu pun diatur di atas meja-meja kecil di empat pintu keluar masjid Al Muhajirin. Sebuah spanduk kecil tertempel di di dinding tepat diatas tumpukan nasi. Bertuliskan Komunitas Makelar Sedekah dan bergambar dua buah nasi bungkus. Sambil menunggu sholat Jumat usai, wanita-wanita muda berkerudung itu duduk di teras. Kira-kira lima belas menit kemudian, ketika jamaah sholat Jumat mulai keluar dari dalam masjid, bergegas mereka berdiri membagikan nasi bungkus tadi. '' Silahkan pak, nasi bungkusnya gratis,''kata Binar, penggagas Jumat Berbagi Nasi Bungkus.

Jangan Tergoda susu Formula yang Terbaik ASI Eksklusif

Usianya baru menginjak 1 tahun 9 bulan, namun balita ini sudah banyak menguasai beberapa kosa kata. Ia dapat mengucapkan dengan benar. Menyebut ayam, huruf a, b juga c. Dan masih banyak kata-kata lain. Damar, begitu nama panggilan bayi itu, juga sudah bisa membentuk balok-balok kayu menjadi kereta api dan menyusunnya menjadi tumpukan yang tinggi.

Waspadai 3 Kelainan Mata pada Anak

Akhir-akhir ini Dinda, siswa kelas 1 SD ini  mengeluhkan matanya sering berair. Bahkan disekolah, ia mulai tidak bisa membaca tulisan di papan tulis dengan baik. Nilai Dinda juga terus menurun seiring dengan keluhanannya itu. Agar tidak menjadi masalah yang serius, bunda Dinda pun segera memeriksakan mata anaknya itu. 

Si Perias Pengantin Raih Juara Kuliner Nasional

Ani Siti Aisyah, Juara I Lomba Masak Serba Ikan Tingkat Nasional (LMSI) ke 11


Dulunya perias pengantin. Kini memilih jadi pembuat kue. Bahkan juara hingga tingkat Nasional dengan kudapan andalannya sus bebek.

Bebek-bebek itu seperti sungguhan. Padahal dibuat dari kue sus. Kue yang dalam bahasa aslinya Choux Pastry (baca: Su Pestri), yaitu kue yang bertekstur lembut dan kopong bagian dalamnya, sehingga dapat diisi dengan vla dengan aneka rasa. Ani Siti Aisyah mampu membuatnya menjadi unik dan lucu. Ia tambahkan sus kering yang dibentuk menyerupai leher bebek. Ia juga membuat  sayap dari kue itu juga, Ani hanya  membelah kue sus tadi menjadi dua bagian, dan hasilnya memang seperti dua buah sayap yang mengembang.