Rabu, 02 Januari 2013

Dulu Wartawan, Kini Keliling Daerah Ajarkan Budi Pekerti

Budi 'Liong Bun Fung' Tamtomo

Kerisauannya pada prilaku generasi muda yang suka tawuran, narkoba, seks bebas juga tak tahu sopan santun membuat Budi tertantang menyebarkan ajaran budi pekerti dari kitab klasik Cina.

Keliling Antarkan Smoothie untuk Penderita Kanker

Riginoto Wijaya, ketua  Cancer Information and Support Center (CISC)

Langit diluar masih gelap. Jalan di perumahan Taman Kota Baloi pun masih lenggang. Penghuninya kebanyakan masih terlelap tidur. Tapi tidak di rumah no 9 di  blok A4 perumahan Taman Kota Baloi ini. Suara blender sudah terdengar nyaring dari dapur rumah bercat putih itu. Lili, si pemilik rumah  itu sibuk memotong mangga dan nanas sambil menunggu smoothie yang ada  di blender  menjadi lembut. Tak sampai dua menit, smoothie berwarna merah jambu itu halus. Lalu dituanginya ke dalam gelas-gelas plastik yang sudah ditata Riginoto Wijaya, suaminya. Setelah semua gelas penuh, dengan cekatan, pria yang rambutnya sudah banyak beruban ini menutup satu persatu gelas itu dan memasukkan kedalam kotak plastik. "Hari ini tidak terlalu banyak, hanya 20 gelas, kalau besok banyak ya pesan. Ada dua puluh lima orang,''kata Lili sambil menunjukkan catatan nama-nama pemesan Smoothie, di rumahnya, Kamis (13/12).

Pekerjaan Paling Mulia

Sulastri, Kepala Perawat RSOB

Dingin pagi masih terasa. Namun Sulastri sudah harus berangkat dari rumahnya di  komp. Kartini 1, no.9 Sei.Harapan, Sekupang. Setelah mengerjakan tugas-tugas di rumah dan mengurus kebutuhan Ario, putra bungsunya. Ia  harus segera sampai di RSOB, tempatnya mengabdi  24 tahun  sebagai perawat.

Dituntut Bisa Padam Api juga Penyelamatan

Petugas-petugas Pemadam Kebakaran

Dari luar kantor Penanggulangan Bahaya Kebakaran (PBK) di Jl. Jenderal Ahmad Yani tampak lengang. Yang terlihat hanya mobil-mobil pemadam kebakaran yang terparkir rapi di dalam gedung. Tapi semakin kedalam kantor bercat putih merah itu, terlihat aktivitas beberapa  petugas PBK berseragam biru dongker. . Dan sebagian lagi asyik berdiskusi satu dengan lainnya.

Sabtu, 17 November 2012

Menembus Hutan Burma, Demi Orang Rohingya

Imbalo Iman Sakti

Menyusuri hutan demi mengantar amanah. Untuk berbagi rezeki daging kurban pada warga muslim Rohingya di Burma.
Kabut belum lagi hilang dari pandangan. Air embun juga masih menetes dipucuk-pucuk daun. Satupun hewan juga belum terlihat melintas di tengah hutan. Hanya ada keheningan di pagi buta itu. Tiba-tiba deru sepeda motor memecah keheningan hutan di  teluk  sepanjang pantai laut Andaman, Myanmar (Burma).
Sepeda motor itu dibawa seorang pria berwajah melayu dengan menggonjeng pria paruh baya. Tubuh keduanya terus bergoncang bahkan tiga kali terjatuh hingga terguling dibebatuan cadas. Empat jam sudah perjalanan itu dilalui Imbalo Imam Sakti, pria paruh baya yang ada dibonjengan itu. Ia sudah masuk hutan keluar hutan, dan berjalan diatas aliran sungai yang kering berbatu-batu hingga kiloan meter jauhnya. Dari satu teluk ke teluk, tak hanya hutan saja dilalui, tetapi juga naik bukit dan turun bukit yang berbatu-batu cadas. ''Pantat saya sampai lecet. Siku saya juga sakit ketika jatuh dan berguling-guling di batu sungai, ''kata Imbalo, pemilik Sekolah Hangtuah di Bengkong.

Lahir dan Besar di Perahu

Ramdia, Anak Suku Laut yang Ingin Jadi Guru

Malam kian larut, namun jalan raya di Bengkong Polisi itu makin ramai. Kendaraan hilir mudik  berpacu kecepatan untuk saling mendahului. Suara knalpot motor yang memekakkan telinga ikut menambah keriuhan  sepanjang jalan itu. Suara itu sepertinya tak mengurangi konsentrasi Ramdia, siswa kelas 1 SMA Hangtuah ini. Ia makin asyik saja menyusun buku surat Yasin di dalam etalase. ''Mbak ada jual isi cutter, ''tanya seorang gadis membuyarkan konsentrasi  Ramdia.

Pernah Terjerat Hutang Rp 600 juta

Bagus Purwanto, Pemilik RM. Gur Pur Ayam Bakar


Kios bercat merah itu terlihat menyolok diantara kios-kios disekitarnya. Apalagi ditambah neon box berukuran besar bertuliskan Ayam Bakar Gus Pur dipasang depannya. Kios yang ada di depan perumahan Taman Raya ini terlihat  tak pernah sepi. Sejak tadi pengunjung datang dan pergi. Memesan ayam bakar yang empuk nan gurih racikan seorang pria bernama Bagus Purwanto.